Februari
Hai februari , bulan yang banyak banget kejutan kebahagian dan juga kesedihan. Februari ini rasanya lega banget udah selesai UAS semua kegiatan dihentikan. Saatnya bersantai dan juga memulai misi terbesarku. Sebelum sampai di misi terbesar itu, ada aja masalah yang datang silih berganti. Mungkin banyak orang mengatakan Februari ini adalah bulan penuh kasih sayang namun itu kebalikan bagiku.
Setelah UAS, masuk kuliah seperti biasa melihat kabar kompen? Ya Kompen itu adalah sebagai bukti hukuman dari kampus berupa membersihkan Lab/ bengkel, dan juga membersihkan ruang dosen atau dengan cara yang lain. Hmm semester ini lagi-lagi aku dapat kompen 0,4 jam alias telat 10 menit X 4 = 40 menit, tau lah sendiri kenapa lasannya? Gara-gara telat datang kekampus. Lagian gimana mau tepat waktu kalo yang ngater aja ga sesuai jam, aku memakluminya karena yang sering mengantarku adalah Ayahku. Sekarang ga bisa datang cepat buat ngantar soalnya sering ga dirumah. Kalo ga Ayahku mungkin Ojek? Ya tapi kalo Ojek pasti sering susah buat nyari kalo di pagi hari. Masuk Kuliah jam 07.00 WIB sedangkan ojek stay mulai jam 6.35 WIB di depan alisan di blok 4, dan proses buat kesana pun memakan waktu sekitar 20 menit karena rumahku di blok 6. Itu pun kalo ada? Kalo ga ada biasanya nunggu lagi. Dari rumah ke Kampus memakan waktu sekitar 30 menit lebih belum ditambah macetnya. Ya gimana mau tepat waktu coba? Mau naik motor sendiri? Aku aja ga bisa pakai motor -,-“ . Selama beberapa hari kekampus belum ada kompen mau kapan dilaksanain ya udah jadi aku mutusin buat stay dirumah. Menunggu kabar dari temen kampus lainnya.
Dan sekarang tepat di misi terbesarku yaitu melakukan penyembuhan ke RS. Cengkareng Jakarta Barat. Di tanggal 30 januari 2016 , tepat pukul 10.15 udah ada di disana didampingi kedua orang tuaku. Dihari itu ga bisa menggunakan HP selama masa pemeriksaan, mungkin banyak teman yang menghubungiku tapi aku juga ga ingin mereka khawatir. Didalam itu Aku masih kepikiran dengan ucapan teman sekampus ku, kata-katanya terlalu bikin sakit hati dengan alasan juga dia membawa nama idola ku itu. Karena udah jenuh akhirnya aku meminta Ibuku untuk memberikan HP ku, mengaktifkan HP seketika notif dari BBM penuh dan juga panggilan tak terjawab. Dan akhirnya ku buka BBM semua dari sahabatku Dyan, Ela, Puji, Yossy, Anggar, Almer, dan juga temanku Opi. Semua menanyakan keadaan ku, aku ada dimana? Dirawat di RS mana? Sampai-sampai sahabatku Dyan berkeliling rumah sakit di kota Palembang. Aku sampai ga menyangka sampai dia nekat mencariku diseluruh rumah sakit? Sedangkan aku berada di Jakarta Barat. Memang salahku ga memberikan kabar mereka. Hanya karena aku ga ingin melibatkan mereka dengan hidupku. Mendengarkan Voice Note mereka, Aku merasa terharu melihat suara rintihan tangisan mencariku. Maaf ya ga kasih kabar karena memang ga dibolehin main hp selama proses kemo.
Di perbolehkan main HP dari jam 07.00-9.00 WIB dan jam 17.00-20.30 WIB, selebihnya proses penyembuhan, diriku ga bisa mengungkapkan gimana rasanya?. Selama bulan ini rambut semakin rontok dan lagi-lagi harus dipotong. Hari demi hari yang aku lewati berharap mempunyai dampak positif. Aku masih ingin bermain dan bersenang-senang bersama sahabat-sahabatku. Dukungan mereka, dan doa’a mereka membuatku semakin semangat menjalaninya. Dengan hasil yang diperolehpun ternyata sangat meningkat. Namun ada suatu saat aku merasa drop dengan masalah itu membuatku seketika lemas dan ga percaya? Disaat aku membuka HP ku dan membuka FB ku ada pesan masuk dari si M tepat di hari Kamis, aku membacanya sekarang perlahan dan ku mengerti. Aku ga habis pikir? Apa ini hanya mimpiku atau memang kenyataan? Ya yang isinya dia memberitahu ku kalau dia menyukai idolaku itu? Aku mencoba bertanya apakah dia serius dengan hal itu? Apakah mereka saling menyukai? Dan aku terus bertanya dan ia pun menjawab mereka mempunyai perasaan yang sama! Aku ga tau mau membalas pesannya? Aku terlalu terkejut dan terasa sesak dadaku. Aku pun ga sadar air mataku mengalir dan entah kapan berhentinya? Aku mencoba tetap tegar dan ga terjadi apa-apa. Membalas dengan secara lembut menahan rasa sesak, jika aku ga marah akan hal itu karena aku tau perasaan ga bisa dipaksain. Karena mereka juga memliki perasaan yang sama, setidaknya aku telah mengetahui untuk berhenti menunggu selama 5 tahun ini. Semuanya menjadi jelas dengan kejadian ini, walaupun aku tau rasanya sakit. Yang awalnya aku berharap si M bisa membantuku namun sebaliknya. Bilang aku marah? Ya mungkin semua orang akan mengerti jika diposisiku. Tapi ya udahlah cukup sampai disini. Ingin jauh melupakan semua kenangan itu dan mencoba tetap semangat untuk penyembuhanku.
Aku beharap hal ini tidak menganggu kemo ku, namun keesokan harinya hasil lab menyatakan sebaliknya kondisiku menurun kembali. Mungkin karena aku masih memikirkan ucapan dia semalam. Tapi aku ga akan kalah aku masih mempunyai sahabat terbaiku yaitu buku harianku dan juga doa sahabatku yang disana. Selama lebih seminggu akhirnya laporan selesai detik-detik pejuanganku. Rasa sakinya dan juga menahan tangis didepan orang tua serta support semangat yang dikirim dari Almer memberiku semakin percaya akan kesembuhanku. Aku menunggu dan menunggu laporannya di baca kedua orangtuaku yag hasilnya ialah...
Aku sembuh 100% aku sangat bersyukur Tuhan, air mata kebahagian menyelimuti ku dan juga orangtuaku ga bisa diungkapin dengan kata-kata. Terima kasih Tuhan atas semuanya, dan sangat cepat karena diriku masih di stadium awal dan masih bisa diobati secara cepat. Walaupun begitu aku masih ga boleh terlalu banyak fikiran dan juga tidak boleh terlalu cape. Aku ga sabar kembali ke Palembang, melihat sahabat-sahabatku. Aku ingin bertemu mereka mengucapkan terima kasih sebesar-besarnya akan dukungan dan doa mereka. Meski Februari ini banyak masalah yang kuhadapi tapi semuanya terbayar akan kebesaran-Mu Tuhan. Tidak ada yang lebih indah dari semua itu. Terima kasih Ayah Ibu yang telah merawatku mendoakanku dan juga menjagaku, sahabat-sahabatku terima kasih februari, dan aku juga ga ingin memikirkan apa itu perasaan meyukai seseorang? Ga perduli, suatu saat mereka akan datang dengan cara yang indah. Dan menunggu Maret yang akan datang ^^
Si M, si Mesum? :D
BalasHapusEh mesum? Bukanlah😒
Hapussadiss
BalasHapusiya sadis 😒
HapusKomentar ini telah dihapus oleh pengarang.
BalasHapusMaretnya ditunggu kk Cici
BalasHapusyaps
HapusParah ceritanya kena tikung??
BalasHapussabar
BalasHapus